Pages

Ternyata Bahaya Radiasi Smartphone Lebih Berbahaya Terhadap Anak

radiasi pada anak

Kedatangan banyak teknologi yang semakin maju pesat dan berkembang untuk kemudahan bagi manusia semakin memberi manfaat yang sangat besar. Perkembangan teknologi menciptakan berbagai perangkat seperti smartphone, tablet, drone juga wifi router. Namun tidak dipungkiri bahwa dalam kemajuan tersebut juga mendatangkan berbagai resiko bagi kesehatan.

Dalam hal kesehatan perkembangan teknologi juga mempengaruhi otak anak. Menurut ahli Doktor dari Universitas Colombia AS, Martin Blank mengatakan anak-anak memiliki daya serap radiasi yang lebih banyak dibanding orang yang sudah dewasa.

Hal ini dikarenakan tulang tengkorak anak-anak memiliki ukuran yang lebih tipis dibanding orang dewasa. Ini mengakibatkan daya radiasi yang dipancarkan gelombang smartphone atau alat lainya lebih mudah masuk kedalam organ otak bagian dalam pada anak-anak. Dikutip dari Nextren, situs collective evolution.

Dalam hasil penelitian menyatakan bahwa radiasi elektromagnetik memancarkan dari antena smartphone, tablet, wifi router atau perangkat elektronik lainnya. Menyatakan bahwa radiasi yang ditimbulkan berbagai perangkat tersebut dapat memicu terjadinya pertumbuhan kanker.

Berita tentang radiasi tersebut sudah lama beredar sejak tahun 2011 lalu, pada pernyataan resmi badan kesehatan dunia WHO. Pernyataan ini didasari  oleh hasil kajian para tim peneliti yang dilakukan oleh 14 negara.

Baca juga  Hari Game Indonesia? Memang Ada? Ini Tanggalnya

Salah satu peneliti bernama Devra Davis menyatakan bahwa industri teknlogi berusaha keras menutupi akan bahaya radiasi dari berbagai produk yang dipasarkan luas.

Pada smartphone menggunakan transmisi radio microwave yang memiliki dua arah dan selama ini para pelaku industri menggunakan frasa atau bahasa lain yang mempunyai arti sama yaitu energi frekuensi radio.

Sebenarnya keduanya memiliki sama arti. Khalayak umum mengerti bahwa jika gelombang radiasi dua arah yang terus menerus memasuki otak akan mempengaruhi terhadap organ dalam manusia termasuk otak.

Selain berbahaya dan dapat menimbulkan kanker, paparan radiasi pada smartphone juga dapat mempengaruhi organ reproduksi pada manusia, resiko lain juga dapat membuat kita kehilangan memori dan ketidakmampuan dalam belajar.

Khawatir dengan keadaan tersebut tidak akan membuat kita menyelesaikan masalah ini. Yang dapat kita lakukan adalah melakukan pencegahan terhadap radiasi yang ditimbulkan.  Hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi resiko terpancar radiasi ini adalah 

1. Hindari penggunaan perangkat elektronik terhadap anak-anak usia 0-6 tahun. Kenalkan secara perlahan tentang perangkat elektronik seperti smartphone, tablet atau lainnya di usia lebih dari 6 tahun dengan dibatasi penggunaannya.

2. Minimalisasi penggunaan smartphone. Untuk penggunaan pada malam hari, sebaiknya matikan smartphone dan jauhkan dari kepala dan badan saat tidur.

3. Jangan menggunakan smartphone di area yang sulit terjangkau jaringan atau sinyal. Karena pada area tersebut smartphone akan lebih banyak menggeluarkan gelombang elektromagnetik sehingga akan memancarkan radiasi yang semakin besar. Dampaknya semakin besar radiasi yang terpapar pada tubuh kita.

4. Jangan simpan smartphone dikantong baju atau celana, dengan jarak yang sangat dekat dengan tubuh maka radiasi yang memancar akan semakin mudah masuk ke tubuh kita, ada baiknya letakan smartphone pada tas kecil untuk meminimalkan radiasi.

5. Gunakan headset saat menelpon. Hal ini dilakukan untuk mencegah radiasi langsung masuk ke otak. Dengan jarak yang terlalu dekat dengan kepala pancaran radiasia akan semakin cepat masuk ke bagian otak.

Beberapa tips tersebut tidak hanya berlaku untuk penggunaan smartphone tetapi perangkat lainnya yang memancarkan radiasi, bisa berupa wifi, tablet atau yang lainnya. Penggunaan wifi juga perlu dibatasi, apalagi untuk anak-anak usia dini. 

Semoga bermanfaat.
Back To Top